Senin, 01 April 2013

10+1 BUDAYA MALU

10 BUDAYA MALU
Sobat pernah melihat dan membaca “10 BUDAYA MALU” sebuah perusahaan? 10 BUDAYA MALU berisikan 10 point penting yang dibuat perusahaan dengan harapan agar dibaca dan diterapkan oleh seluruh karyawan. Biasanya 10 point penting ini dibingkai layaknya foto dan dipajang di dinding. Namun apa jadinya jika salah seorang staff “mengkoreksi” 10 point menjadi 11 point.. ??

Malam itu (30/3) setelah menyelesaikan proses unloading paket dari Bus Reguler dan dinyatakan lengkap, barulah sang kenek bisa leyeh-leyeh(santai) setelah menempuh perjalanan jauh Bogor-Denpasar. Sang kenek yang saat itu terlihat menikmati sebatang rokok berdiri sambil menghadap bingkai 10 BUDAYA MALU.

Dari sinilah artikel ini lahir, terinspirasi dari celetukan sang kenek yang polos tapi cukup mengena dihati. Sentilan sang kenek ditujukan kepada manajemen perusahaan. “10 BUDAYA MALU.. harusnya ditambah satu lagi yang isinya: “SAYA MALU TERLAMBAT MEMBAYAR GAJI KARYAWAN”, ujar sang kenek enteng. Sontak celetukan tersebut membuat karyawan lain yang tugas malam tertawa ringan.

Beberapa bulan belakangan, memang perusahaan tempat dimana saya bekerja selalu terlambat mengirimkan gaji karyawan. Paling tidak H+7 (paling lama) dari tanggal 1 awal bulan baru ditransfer via rekening. Perusahaan ini termasuk perusahaan besar dan cukup terkenal di dunia transportasi darat.

Lantas apa yang membuat perusahaan selalu terlambat membayar gaji? Setelah konfirmasi beberapa staff kantor pusat mereka menjelaskan bahwa ditemukan beberapa staff cabang lain yang “bermain” absensi sehingga membuat geram Managing Director.

Semenjak kejadian itu, Beliau memutuskan dan memerintahkan divisi HRD untuk PROSES MANUAL setiap rekap absensi bulanan yang dilaporkan dari cabang ke pusat. Proses Manual bisa diartikan diurut satu persatu staff/karyawan kehadirannya (sedangkan perusahaan ini memiliki lebih dari 1.000 pegawai yang tersebar luas di seluruh Indonesia).

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar