Minggu, 09 Maret 2014

SIOMAY TERENAK DI BANDUNG VERSI SAYA

SIOMAY BANDUNG
Siapa yang tak pernah mencicipi kuliner khas Sunda satu ini? Olahan berbahan dasar tepung kanji -aci- dan ikan tengiri, ditambah siram'an saus kacang yang gurih akan membuat lidah bergoyang. Jangan lupa lumuri kecap dan sedikit jeruk purut sebagai pelengkapnya.

Namun, tak semua abang baso tahu mampu menghasilkan rasa dan tekstur yang pas. Ada saja yang kurang, entah itu kebanyakan tepung kanji sehingga mempengaruhi tingkat kekenyalan atau tekstur, kurang terasa ikan tengirinya, kemahalan dan lain sebagainya.

Nah ... bagi pecinta kuliner satu ini -termasuk saya-, kebetulan saya punya tempat langganan favorit di kota kembang. Saya sudah bertahun-tahun lamanya jadi salah satu pelanggan setia. Meski si abang siomay ini berjualan menggunakan gerobak, tapi soal rasa, dijamin ngga mengecewakan! Apalagi harga yang dipatok sangat bersahabat, Rp6,000 perut sobat bakal kenyang. Tempatnya juga bersih lho.

Tertarik mencobanya?


SIOMAY ini terletak di kawasan perumahan Kawaluyaan atau lebih tepatnya di seberang pintu masuk Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat Dinas Permukiman Dan Perumahan.


Kalau malas bertanya di jalan, akses masuknya bisa dari Jln. By Pass Soekarno-Hatta (Carrefour) arah ke Cibiru. Sebelum Metro (seberang jalan), nanti akan ketemu Dialer Yamaha (Arista Soekarno Hatta), 5 meter dari dialer, ada jalan masuk kecil ke arah kiri. Masuk saja ke jalan itu.


Begitu masuk Jln.Kawaluyaan, ikuti jalan cor semen berwarna keputihan -bukan aspal-, lurus saja sampai kelihatan gedung tinggi besar bertuliskan “BAPUSIPDA”. Di pertigaan, belok ke arah kiri dan sobat akan menemukan ukiran “Perumahan Kawaluyaan” di tengah pembatas jalan yang ada tamannya. Terus saja sampai sobat lihat kantor Dinas Pemukiman dan Perumahan berwarna krem kekuning-kuningan di kanan jalan. Ketemu kantor Dinas, maju sedikit dan lihat kiri jalan. Di sana ada ruko tempat mangkal beberapa pedagang. Di situlah tempatnya. Sampai deh.


SIOMAY Kawaluyaan buka dari siang sampai menjelang maghrib. Kalau bisa sih jangan terlalu sore, takut kehabisan. Pelayanan dari sang penjual pun ramah. Kental dengan logat Sunda-nya.

Penasaran? Langsung saja ke sana dan coba sendiri bagaimana rasanya.

Selamat hunting dan mencoba :)

1 komentar :

  1. judes+galak si emang kang ieu mah eung, tapi da bade kumaha deui eung, jujur enak pisan+ murah meriah

    BalasHapus